Imigrasi Kelas II Jember Amankan WNA Pakistan Palsukan Dokumen KTP, KK Asal Lumajang

Lumajang, (DOC) – Beberapa hari yang lalu kantor Imigrasi Kelas II Jember berhasil mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang diduga memalsukan dokumen kependudukan untuk membuat paspor. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Yasir Nadem (32) ini diduga berani memalsukan dokumen negara guna menetap di Indonesia secara permanen.

“Benar kami telah melakukan penahanan seorang warga negara asing dengan kasus dugaan pemalsuan dokumen kependudukan. Tersangka melakukan itu semua untuk membuat paspor dengan tujuan ingin menetap di Indonesia,” kata  Kepala kantor Imigrasi Kelas II Jember, Rudiara Rahmad Kosasih kepada media ketika ditanyai sejumlah wartawan.

Diketahui, bahwa Yasir Nadem selama ini tinggal di Jalan Semeru Gang Cempaka, Kelurahan Citrodiwangsan, Kabupaten Lumajang.Bersama anak dan istrinya.

Lalu bagaimana Yasir Nadem bisa mempunyai KTP, KK, dan Surat Nikah di Kab.Lumajang tanpa ada kecurigaan dari pihak aparatur negara. Dewi Isnaeni istri Yasir Nadem yang dikonfirmasi menjelaskan dirinya membayar sejumlah uang kepada oknum.

“ya saya bayar mas, kepada seseorang (tanpa mau menyebut identitas oknum yang dimaksud)” ujarnya sambil menangis.

Saat permasalahan ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dispenduk capil Lumajang Drs. Wisu Wasono Adi, M.Si lewat pesan singkat, pihaknya bahwa KK yang dimiliki Yasir Dadem adalah palsu.

“Agustus 2014 Kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil bukan yang tertera di KK”.sanggahnya via WA.

Sementara itu Drs. Imam Supriyono mantan kepala Dinas Kependudukan dan Capil Lumajang yang sekarang menjabat kepala Kesbangpol Lumajang mengakui yang tertera di KK Yasir Nadem adalah miliknya.namun pihaknya enggan disalahkan karena pihaknya menandatangani KK milik Yasir Nadem melalui proses yang sangat panjang.

“ Ya benar itu tandatangan saya, tapi sebelumnya saya menandatangani rekomendasi dari beberapa tahapan dibawah saya, mulai dari tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan, dan selanjutnya”. pungkasnya.(mam)